5 Alasan Mengapa Orang Pintar Gagal Menjadi Orang Sukses

5 Alasan Mengapa Orang Pintar Gagal Menjadi Orang Sukses

Oleh : Wahyu Eko Widodo


Beberapa penelitian menunjukkan bahwa kecerdasan seseorang, secara umum akan linier juga dengan tingkat kesuksesannya, pun dengan kekayaan yang dia miliki. Bahkan penelitian Richard Lynn dan Tatu Vanhanen (2002) menunjukkan hubungan yang eksponensial antara rata-rata IQ sebuah negara dengan GDP nya. Namun jika kita melihat dalam skala mikro, kita seringkali menemui orang yang paling pintar di kelas saat kita sekolah atau kuliah tidak selalu yang paling sukses, khususnya sukses dalam definisi pendapatan. Atau sebaliknya, anak yang dalam kelas biasa aja, ternyata saat dewasa bisa lebih kaya daripada anak yang pintar. Fakta ini agak kontradiktif, karena seharusnya orang yang lebih pintar akan menemukan berbagai cara untuk menyelesaikan berbagai masalah, termasuk dalam hal pekerjaan. Fakta ini juga menyimpang dari data rata-rata yang menyatakan kepintaran seseorang akan linier dengan tingkat kesuksesanya.


Lalu, mengapa hal ini bisa terjadi? Alice Boyes, PhD. seorang psikolog klinis yang tulisannya dimuat Harvard Business Review menyatakan setidaknya ada 5 alasan mengapa orang yang pintar gagal menjadi orang yang sukses:


1. Orang pintar kadang mengabaikan skill-skill lain yang sebenarnya juga penting, dia terlalu fokus pada kemampuan intelektual

Orang yang pintar seringkali menganggap dia pasti sukses karena kepintaran mereka, dan kurang melatih skill-skill lain yang juga penting. Padahal sebenarnya banyak hal seperti hubungan sosial, kemampuan komunikasi, jaringan pertemanan dan sebagainya juga menjadi syarat kesuksesan seseorang.


2. Kerjasama tim (team work) dapat menjadi hal yang menyulitkan bagi orang pintar

Orang pintar saat di bangku pendidikan bisa menyelesaikan berbagai soal dengan lebih mudah, tanpa bantuan orang lain. Pun begitu saat sudah memasuki dunia pekerjaan, dia merasa bisa mengerjakan lebih baik, sehingga enggan mendelegasikan pekerjaan ke orang lain. Hal ini tentu membatasi pencapaiannya sendiri karena tentu dia bisa melakukan pekerjaan lebih banyak jika bekerjasama.


3. Orang pintar sering mengagungkan kepintaran mereka sehingga mengurangi kepekaan dan menghindari pendapat orang lain

Setiap orang memiliki pengalaman dan cara pandang yang unik, hal ini kadang diabaikan oleh orang pintar karena cenderung merasa pendapatnya paling tepat. Bisa jadi benar, tapi tetap dia membutuhkan sudut padang orang lain untuk memperoleh solusi yang lebih baik.


4. Orang pintar mudah sekali bosan

Saat belajar atau mengerjakan sebuah bidang/pekerjaan, orang pintar biasanya akan lebih mudah untuk memahami bidang tersebut. Hal ini membuat dia tidak tertantang lagi untuk mendalaminya. Padahal ada bagian-bagian dalam bidang/pekerjaan tersebut yang mungkin bukan hal inti tapi penting, namun dia hanya sampai pada permukaannya saja. Sehingga dia lebih memilih untuk belajar hal lain, begitu terus namun hanya di permukaan saja.


5. Orang pintar kadang menyelesaikan masalah dengan berfikir terlalu mendalam

Dalam menyelesaikan masalah, ternyata yang paling penting adalah action, eksperimen, karena dengan mencoba menyelesaikannya, kita akan belajar dengan kondisi nyata. Namun orang pintar kadang lebih memilih untuk berfikir terlalu mendalam sehingga memperlambat mereka untuk berekserimen dan masuk dunia nyata.


Menarik memang temuan riset Alice Boyes ini, namun untuk catatan, tentu hal ini tidak terjadi pada semua orang pintar. Dan sebagai kesimpulan bagi kita orang yang pintar (atau setidaknya merasa pintar) kita harus menghindari poin-poin diatas dan mencoba untuk mencari solusinya. Lalu, bagi kita yang merasa tidak pintar, jangan senang dulu juga karena fakta umumnya tetap orang pintar yang lebih banyak sukses. Yang perlu kita lakukan adalah mengembangkan skill-skill lain diluar kemampuan intelektual agar bisa menjadi sukses juga. Pada intinya, kesuksesan seseorang berawal dari berbagai macam faktor, dan kepintaran atau kecerdasan intelektual hanyalah salah satu faktor sehingga kita perlu mengembangkan berbagai skill yang lain.


  • Share: