Metode Learning Transfer Seorang Elon Musk Dan Mengapa Kita Harus Mempelajarinya Juga

Metode Learning Transfer Seorang Elon Musk Dan Mengapa Kita Harus Mempelajarinya Juga

Photo Credit: Heisenberg Media

Banyak dari kita mengidolakan sosok Elon Musk. Hal tersebut sangatlah wajar, Musk terkenal sebagai seorang inovator yang kontroversional. Tak hanya itu, Musk juga dikenal sebagai seorang entrepreneur yang memiliki nilai valuasi bisnis miliaran dolar.


Bagaimana mungkin seorang Elon Musk dapat membangun empat miliaran perusahaan pada pertengahan 40-an. Musk memiliki bisnis di empat bidang terpisah (software, energi transportasi, dan kedirgantaraan). Baru – baru ini Nama Elon Musk kembali mengemuka setelah Rocket Falcon 9 milik salah satu perusahannya, SpaceX berhasil mengangkasa dengan membawa dua astronot ke Stasiun Luar Angkasa Internasional (ISS) pada Sabtu (31/5/20). Peluncuran itu menjadi peluncuran pertama astronot ke orbit oleh pihak swasta dan pesawat luar angkasa berawak pertama NASA dari AS dalam 9 tahun terakhir.


Untuk menjelaskan keberhasilan seorang Elon Musk, banyak orang beranggapan bahwa hal tersebut dicapai berkat etos kerja heroiknya (ia secara teratur bekerja selama 85 jam seminggu), kemampuannya untuk menetapkan visi yang mengubah kenyataan untuk masa depan, dan ketahanannya yang luar biasa.


Dalam sebuah artikel yang ditulis oleh Michael Simmons, seorang ahli metode pembelajaran, menyebutkan bahwa orang seperti Elon Musk dikenal dengan sebutan “Expert-Generalist”. Seorang expert generalist dapat mempelajari berbagai bidang secara luas, memahami prinsip-prinsip dasar secara mendalam dan menghubungkan bidang – bidang tersebut pada spesialisasi utama mereka.


Michael Simmons juga mengatakan bahwa berdasarkan ulasannya tentang kehidupan Musk dan literatur akademik yang terkait dengan pembelajaran dan keahlian, Simmons yakin bahwa saat ini kita semua harus belajar di berbagai bidang untuk meningkatkan peluang keberhasilan terobosan terobosan yang nantinya akan diciptakan.


The jack of all trades myth


Adalah ungakapan yang diberikan kepada para expert-generalist. Ungkapan tersebut dapat dikonotasikan negatif terhadap orang orang yang berambisi untuk mengusai dan mempelajari semua bidang. Akan tetapi, keberhasilan kelompok expert-generalist sepanjang sejarah telah membuktikan bahwa ungkapan ini salah. Mempelajari berbagai bidang memberikan keuntungan informasi (dan karenanya keunggulan inovasi) karena kebanyakan orang fokus hanya pada satu bidang.


Misalnya, jika Anda berada di industri teknologi dan semua orang hanya membaca publikasi teknologi, tetapi Anda juga tahu banyak tentang biologi, Anda memiliki kemampuan untuk menghasilkan ide-ide yang hampir tidak dapat dilakukan orang lain. Dan sebaliknya. Jika Anda berada di bidang biologi, tetapi Anda juga memahami kecerdasan buatan, Anda memiliki keunggulan informasi di atas semua orang yang tetap diam.


Terlepas dari wawasan dasar ini, hanya sedikit orang yang benar-benar belajar di luar industri mereka. Setiap bidang baru yang kami pelajari yang tidak dikenal oleh orang lain di bidang kami memberi kami kemampuan untuk membuat kombinasi yang tidak dapat mereka lakukan. Ini adalah keunggulan ahli-generalis.


Kemampuan Super Elon Musk: Learning Transfer


Mulai dari masa remajanya, Musk membaca dua buku per hari dalam berbagai disiplin ilmu menurut saudaranya, Kimbal Musk. Singkatnya, jika Anda membaca satu buku sebulan, Musk akan membaca 60 kali lebih banyak buku daripada Anda. Mula nya, Musk membaca buku buku Sci-Fi, philosophy, religion, programming, and biographies of scientists, engineers, dan entrepreneurs. Seiring berjalannya waktu, Musk mulai merambah dunia physics, product design, business, technology, dan energy. Rasa haus akan pengetahuan ini membuatnya terpapar berbagai mata pelajaran yang bahkan belum pernah ia pelajari di sekolah.


Elon Musk juga pandai dalam jenis pembelajaran yang sangat spesifik yang kebanyakan orang bahkan tidak sadari – Learning Transfer. Learning Transfer adalah proses mengambil apa yang kita pelajari dalam satu konteks dan menerapkannya pada konteks lainnya. Hal tersebut merupakan proses mengambil inti dari apa yang dipelajari di sekolah atau di buku dan menerapkannya ke "dunia nyata." Learning Transfer juga bisa mengambil apa yang kita pelajari dalam satu industri dan menerapkannya pada yang lain.


Kemampuan Elon Musk dalam Learning Transfer dapat disimpulkan menjadi beberapa tahapan:

Pertama, ia mendekonstruksi pengetahuan menjadi prinsip-prinsip dasar. Jawaban Musk pada Reddit AMA menjelaskan bagaimana ia melakukan itu. Penting untuk memandang pengetahuan sebagai semacam pohon semantik - pastikan Anda memahami prinsip-prinsip dasar, misalkan Batang dan cabang besar, sebelum Anda masuk ke dedaunan / detail atau tidak ada yang bisa dijadikan pegangan.


Begini cara kerjanya: Katakanlah Anda ingin mendekonstruksi huruf "A" dan memahami prinsip yang lebih dalam tentang apa yang membuat "A" menjadi A. Katakan lebih lanjut bahwa Anda memiliki dua pendekatan yang dapat Anda gunakan untuk melakukan ini:



Pendekatan # 1. Setiap A yang berbeda dalam Pendekatan # 1 memberikan lebih banyak wawasan tentang apa yang tetap sama dan apa yang berbeda antara masing-masing A. Setiap A dalam Pendekatan # 2 tidak memberi kita wawasan.


Dengan melihat banyak kasus yang beragam ketika kita mempelajari sesuatu, kita mulai memahami apa yang penting dan bahkan menyusun kombinasi unik kita sendiri.

Apa artinya ini dalam kehidupan kita sehari-hari? Saat kita melompat ke bidang baru, kita tidak boleh hanya mengambil satu pendekatan atau praktik terbaik. Kita harus mengeksplorasi banyak pendekatan berbeda, mendekonstruksi masing-masing, dan kemudian membandingkan dan membandingkannya. Ini akan membantu kami mengungkap prinsip-prinsip dasar. Selanjutnya, ia merekonstruksi prinsip-prinsip dasar dalam bidang baru.


Langkah kedua dari proses learning transfer Musk melibatkan merekonstruksi prinsip-prinsip dasar yang telah ia pelajari dalam kecerdasan buatan, teknologi, fisika, dan teknik ke dalam bidang yang berbeda. Berikut dibawah ini bisnis dan penemuan yang dilakukan oleh Elon Musk :


• Aerospace (SpaceX)

• Automotive (Tesla, with self-driving features

• Trains (Hyperloop)

• Aviation (Envision of electric aircraft that take off and land vertically)

• Health-Tech (Envision a neural lace that interfaces your brain)

• Fin-Tech (PayPal)

• Artificial Intelligent (Co-found OpenAI, a non profit that limits the probability of negative AI futures)


Keith Holyoak, seorang profesor psikologi UCLA dan salah satu pemikir terkemuka dunia tentang penalaran analog, merekomendasikan orang-orang bertanya pada diri sendiri dua pertanyaan berikut untuk mengasah keterampilan mereka: "Apa yang mengingatkan saya tentang ini?" dan "Mengapa itu mengingatkan saya padanya?"


Dengan terus-menerus melihat benda-benda di lingkungan Anda dan materi yang Anda baca dan bertanya pada diri sendiri dua pertanyaan ini, Anda membangun otot-otot di otak Anda yang membantu Anda membuat koneksi melintasi batas tradisional.


Intinya: Kemampuan learning transfer Ini bukan sihir. Itu hanyalah sebuah proses pembelajaran yang tepat.


Sekarang, kita dapat mulai memahami bagaimana Musk telah menjadi ahli-generalis kelas dunia:


* Dia menghabiskan bertahun-tahun membaca 60 kali lebih banyak dari pembaca yang rajin.

* Dia banyak membaca berbagai disiplin ilmu.

* Dia terus-menerus menerapkan apa yang dia pelajari dengan mendekonstruksi gagasan menjadi prinsip-prinsip dasar mereka dan merekonstruksi mereka dengan cara-cara baru.


Jika dipahami secara mendalam, apa yang dapat kita pelajari dari kisah Elon Musk adalah bahwa kita tidak boleh menerima dogma bahwa spesialisasi adalah jalan terbaik atau satu-satunya menuju kesuksesan dan dampak karier.


Memahami kekuatan super Elon Musk dalam melakukan learning transfer, dapat membantu kita mendapatkan wawasan tentang bagaimana dia bisa masuk ke industri yang telah ada selama lebih dari 100 tahun dan mengubah seluruh dasar pemahaman mengenai bidang bidang tersebut.


Elon Musk adalah sesosok penemu yang handal di masa kini, dan kemampuannya tidak dihasilkan secara magical.


  • Share: