Peluang “New Normal” bagi Entrepreneur

Peluang “New Normal” bagi Entrepreneur

By R. Adhikersa (Kersa)


Sudah lebih dari lima bulan rasanya pandemi covid-19 menyerang indonesia, waktu yang lama bagi kami entrepreneur, iya terlebih serangan covid-19 di Indonesia masih menunjukan peningkatan, ini cukup serius. Mau tidak mau kita harus “berdamai” dengan keadaan, berdamai dengan dia (covid-19) yang tidak mau damai itu seperti melihat mantan nikah dengan orang lain, sakit tapi harus legowo, hahaha oke kita skip dulu.


Banyak dari pengusaha yang terkena dampak pandemi ini, seperti sektor industry, sektor pariwisata, export import dan sekor lainnya, tapi ada juga yang “diuntungkan” dengan pandemi ini, mereka yang sedari awal menerapkan teknologi dalam bisnisnya bisa mendapatkan beberapa peningkatan ditengah lesunya ekonomi, seperti e-commerce dan business on demand yang berbasis IT. Disadari atau tidak, masa depan bisnis digital sangat menjanjikan, terlebih pada new normal era ini yang memaksa adaptasi digital, mereka yang belum siap menerima perubahan ini akan tertinggal. Siapkah kita tertinggal? Atau kitalah yang memimpin? Kita sendiri yang menentukan.


Serangkaian anjuran kenormalan baru yang dihadirkan oleh pemerintah setidaknya memberi harapan bernafas lagi untuk pengusaha, kalau menurut kang Emil gubernur Jawa Barat AKB 30[1] (Adaptasi Kebiasaan Baru), bagi daerah yang menunjukan perbaikan dari zona kuning ke biru dapat menjalankan usaha kembali tapi tetap mematuhi protokol kesehatan.




“Semua akan online pada waktunya” yang disampaikan oleh coach Pao Paulus (IG : @paopaulus) dalam coaching online di Instagramnya. Kutipan yang sederhana ini Nampak relate dengan keadaan kita, tidak bisa di pungkiri kebiasaan baru menyebabkan bisnis pun harus cepat bedadaptasi, belanja kebutuhan dari offline menjadi online, belajar menjadi online learning, dan hingga work form home, perubahan kebiasaan ini menjadi peluang bagi kita yang mau berinovasi dan yang cepat, iya yang cepat, cepat beradaptasi, cepat bepindah dan cepat mengambil peluang. Menkominfo Johnny G Plate[2] dalam sambutannya membuka kegiatan Startup Weekend Covid-19 menyampaikan pandemic ini memberi ruang yang besar bagi pegiat startup untuk berinovasi, Johnny G Plate menaruh harapan kepada startup tetap membangun dengan semangat yang tinggi untuk menghasilkan inovasi baru.


Hal yang menarik dari pandemic effect ini, ternyata ada beberapa sektor usaha yang mengalami peningkatan, kami rangkum menjadi delapan setor yang berpeluang “menang” di new normal era ini, yakni E-commerce, Health Tech, Edutech, Fintech, Logistic, Big Data, Teleworking, dan Entertainment. Dari kedelapan sektor ini ada beberapa sektor yang sempat kami ramalkan “Melirik” Trend Startup di 2020 (https://cubic.id/journals/melirik-trend-startup-di-2020) seperti e-commerce, fintech, health tech, dan edutech. Mari kita cari tahu kenapa sektor ini dapat berpeluang.


1. E-Commercce

Bukalapak, Tokopedia, Shopee salah satu e-commerce yang sering kita jumpai ini mengalami growth 30%[3] peningkatan ini terjadi karena aktivitas masyarakat untuk keluar rumah dibatasi, sehingga waktu yang dihabiskan didalam rumah dan meningkatkan transaksi dalam e-commerce.

Seperti yang dialami Inagri, pandemic ini nampaknya memberikan berkah tersendiri bagi e-commerce agri besutan bandung ini, peningkatan permintaan produk agri karena perubahan kebiasaan yang awalnya offline dari pasar, sekarang melalui online yang produk yang di order dapat langsung dikirim kerumah customer.


2. Health Tech

Sama seperti e-commerce, health tech pun growth, growth yang dicatat hingga 100%[3], ini dikarenakan aktivitas rumah sakit menjadi hal yang beresiko tinggi, mau tidak mau masyarakat cenderung menghindari rumah sakit, sebagai solusinya health tech dengan fitur konsultasi daring/online dan dapat memesan obat langsung. Seperti yang dilakukan Halodoc dan Good Doctor.

Selain kebutuhan konsultasi, Adapun stratup yang menghadirkan fitur pelayanan rawat jalan, Lamesia[4] Startup besutan mantan perawat di rumah sakit Kuwait, Kang Edi, sapaan akrabnya. Lamesia yang berkerjasama dengan para perawat professional sehingga kebutuhan rawat jalan tetap bisa dilaksanakan dengan tetap mematuhi protokol Kesehatan.


3. Edutech

Diterapkannya kartu pra-kerja memberi angin segar bagi masyarakat yang terkena dampak pemutusan kerja, walau menuai banyak pro kontra, kita bahas dalam prespektif bisnis dulu ya. Dari penerapan ini memberikan plaform pelatihan pun mendapat “cuan” yang besar, sebut saja Skill Academy, disamping platform yang menjadi vendor di pra-kerja, ada juga platform edukasi yang mengalami peningkatan lumayan, Kiddo.id Platform penyedia aktivitas bagi keluarga dan anak ini mendapatkan “berkah” dari pandemic ini, mereka mendapatkan investment ditengah pandemic ini.


Selain platform training, platform learning management system (LMS) pun mendapat sorotan, karena diterapkannya study from home bagi pelajar dan mahasiswa pun berperan besar dalam meningkatkan growth startup LSM, seperti Scola LMS, mereka mendapatkan banyak penawaran Kerjasama dengan sekolah-sekolah yang ingin menerapkan study form home bagi pelajar mereka.


4. Fintech

Masih dari sumber yang sama, Fintech memperoleh growth 100%[3], hal ini dikarenakan peningkatan penyaluran pinjaman (lending disbursement), pinjaman ini khusus di pinjaman produkif, seperti IDVenture, platform pendanaan bagi UMKM yang menjalakan usaha pre-order (PO). walau sebenarnya fintech dan bank pada saat ini berada dalam fase harap-harap cemas, bila ekonomi kedepan memburuk, bisajadi fintech dan bank dapat terkena imbas pandemic, ya semoga pandemic ini cepat membaik, agar tidak menambah banyak pengusaha yang terkena dampak ekonomi.


5. Logistic

Sektor ini in line dengan peningkatan transaksi e-commerce[4] karena e-commerce bergantung pada pengiriman ekpedisi, sehingga sektor logistic pun meningkat, seperti paxel, ekspedisi dengan fitur same day delivery ini digemari beberapa pengusaha FnB, sehingga beberapa umkm FnB di area Bandung dan Jakarta banyak menggunakan paxel. disamping paxel, ada juga nih si Keong Cepat Express, untuk kawan-kawan yang berada di area kota Kota Bandung, dapat mengirimkan paket same day dengan harga yang kompetitif.


6. Big Data

Seiring penerapan AKB 30, banyak perusahaan yang masih menerapkan work from home bagi sebagian pegawainya, ini pun berdampak pada peningkatan traffic internet, peningkatan ini memberikan berkah pada beberapa startup big data. Seperti Delma dan Bozna. Kedua startup ini mendapatkan investment ditengah pandemic dari venture capital[5], iya data merupakan peluang yang menjajikan kedepan.


7. Teleworking

Teleworking atau platform video conferece ini pun mencatat peningkatan yang signifikan, ini terlihat dari peningkatan traffic e-meeting diperusahaan-perusahaan, dan juga beberapa training online. Sebut saja Zoom, platform yang sering kita gunakan ini mencatat peningkatan revenue sebesar 169%[7], selain zoom, Adapun startup anak bangsa yang menghadirkan fitur video conference bagi koperasi, Kodi sebuah plaform micro financial bagi koperasi ini berkerjasama dengan jitsi.org sehingga pengurus dapat mengadakan e-meeting dalam system kodi, menarik sekali, mereka memanfaatkan peluang dengan timing yang pas.


8. Entertainment

Sektor ini mungkin tidak asing bagi kita, selama work from home selain work kebanyakan dari kita menghabiskan waktu dengan menonoton film (dan juga drama korea), salah satu platform yang mencatat growth during pandemic ini yakni Netflix, netfilx mendatat dalam quarter 1 2020 penambahan 15.77 juta paid subscription[7], walau covid-19 membuat beberapa rumah produksi menghentikan sementara produksi film mereka, ini tidak berpengaruh kepada jumlah subscription mereka.


Dari kedelapan sektor ini terdapat benang merah mengapa mereka berpeluang memenangkan pertarungan dengan ancaman pandemic ini. disamping factor luck, Mereka yang berinovasi, yang cepat beradaptasi, cepat bergerak, mereka lah yang menang.


Keys to “Win”

Pada masa new normal ini menuntut kita memutar otak agar bisnis tetap berjalan, memutar otak saja belum cukup, sekurangnya ada empat kunci yang perlu kawan-kawan entrepreneur tanamkan dan aplikasikan dalam diri kita dalam menjalankan bisnis ditengah ancaman covid-19 ini, berikut ini kunci-kunci tersebut :


1. Willing to learn

Keinginan untuk belajar, ini kunci penting bagi entrepreneur dalam usaha mereka, iya belajar, belajar hal yang baru, belajar menggunakan teknologi, dan belajar mengasah inovasi. Mereka yang memiliki keinginan belajar, merekalah yang memenangkan pertarungan ini.


2. Start to Adapt

Mulai beradaptasi, pandemic ini memberikan pelajaran kita untuk beradaptasi, berdamai dengan keadaan dan melakukan penyesuaian yang diperlukan. Karena sejatinya manusia belajar untuk beradaptasi dengan keadaan. Contoh adaptasi yang dapat dilakukan restaurant, yang terbiasa melayani dine in, mulai beradaptasi dengan memberikan experience take away atau ready to cook.


3. Shifting Fast

Bergerak dengan cepat, siapa yang cepat, dia yang memenangkan, tapi ingat cepat yang terukur, jangan sampai cepat yang terburu-buru, “make haste slowly” bermakna bergegas dengan proper, jika sesuatu dulakukan dengan bergegas dengan sangat cepat akan menghasilkan kegagalan, lakukan dengan waktu yang tepat, speed yang tepat, dan flow yang tepat.


4. Consistency

Konsisten, dalam menghadapi perubahan, konsistensi merupakan kunci dari ketiga kunci diatas, bila kita tidak melakukannya dengan konsisten, semua kunci tersebut tidak akan berfungsi optimal.


Dengan menerapkan kunci-kunci diatas, peluang kita menenangkan pertarungan dengan ancaman pandemic ini dapat diatasi dengan mudah. Semua bergantung kepada diri kita, menjadi penonton perubahan ini ataukah menjadi pemenang. [RA]


Source

[1] : https://www.sonora.id/read/422184439/ridwan-kamil-keluarkan-panduan-akb-30-zona-hijau-perkantoran-beroperasi-normal?page=all

[2] : https://aptika.kominfo.go.id/2020/04/pandemi-covid-19-sebagai-momen-startup-untuk-berinovasi/

[3] : https://katadata.co.id/berita/2020/05/15/menkominfo-startup-e-commerce-kesehatan-fintech-moncer-saat-pandemi

[4] : https://katadata.co.id/berita/2020/05/16/bisnis-e-commerce-dan-logistik-berpeluang-besar-di-tengah-pandemi

[5] : https://katadata.co.id/berita/2020/05/26/dua-startup-big-data-peroleh-pendanaan-di-tengah-pandemi-corona

[6] : https://ekonomi.bisnis.com/read/20200613/9/1252189/ini-bocoran-10-tren-teknologi-baru-startup-setelah-pandemi-covid-19

[7] : https://katadata.co.id/berita/2020/06/04/pengguna-video-melonjak-selama-pandemi-pendapatan-zoom-naik-169

[8] : https://www.cnbc.com/2020/04/21/netflix-q1-2020-earnings-three-effects-coronavirus-has-on-business.html


  • Share: