WORK HARD PLAY HARD

WORK HARD PLAY HARD


Kalimat work hard play hard bukan istilah yang asing kita dengar. Work Hard Play Hard adalah idiom yang digunakan untuk menggambarkan keseimbangan antara bekerja dan bersenang-senang. Menurut forbes.com, gaya hidup tersebut lebih banyak diterapkan oleh mereka yang ingin sukses dalam karir tapi tidak ingin stress akibat tuntutan pekerjaan.


Setiap orang mempunyai waktu yang sama, yakni 24 jam dalam sehari, 7 hari dalam seminggu untuk menjalankan kegiatannya. Akan tetapi, tidak semua orang bisa mengelola waktunya dengan baik. Manajemen waktu diperlukan dalam membagi porsi antara pekerjaan dan bersenang-senang. Bersenang-senang tidak selalu diartikan dengan liburan di akhir pekan atau kegiatan yang harus memakan banyak waktu. Nonton ke bioskop, main PUBG, karaoke dengan teman-teman adalah contoh kegiatan yang tidak memakan waktu yang lama, cukup dengan waktu 2 jam kita bisa me-refresh diri untuk melepas penat dan lelahnya bekerja seharian.


Berikut ini 8 cara mengelola waktu agar hidup seimbang :


1. Membuat daftar pekerjaan


Sebelum melakukan pekerjaan alangkah baiknya kita membuat daftar list pekerjaan apa yang bisa dilakukan. Hal ini sering dianggap remeh oleh banyak orang tapi nyatanya untuk saya pribadi membuat list pekerjaan ini sangat menunjang untuk mengelola waktu agar efektif. Membuat daftar pekerjaan sebelum beraktivitas akan menjadikan kegiatan terarah dan teratur. Daftar pekerjaan tidak melulu berkaitan dengan pekerjaan, tapi mencakup semua hal yang harus saya kerjakan dalam sehari-hari. Dari mulai membuat proposal sampai membeli tiket ke luar kota untuk berakhir pekan, jika kegiatan tersebut harus dilakukan dalam sehari maka saya akan tulis dalam sebuah notebook kecil. Kebanyakan orang sering membuat list pekerjannya pakai mobile apps atau software tertentu tapi menulis secara langsung di notebook dan mencoret hal-hal yang sudah dikerjakan punya sensasinya tersendiri untuk saya.


2. Membuat skala prioritas


Setelah membuat daftar pekerjaan, kita bisa membuat urutan pekerjaan yang akan dilakukan berdasarkan prioritasnya. Beberapa pekerjaan mungkin sudah pasti waktunya misalnya “Interview karyawan, pukul 13.00-15.00”. Maka pekerjaan tersebut sudah dipastikan akan dikerjakan pukul 13.00-15.00 dan pekerjaan “membuat outline interview” bisa diplotkan sebelumnya yakni pukul 09.00-10.00. Sisa daftar pekerjaan lainnya yang tidak terpaut waktu, bisa disisipkan di antara pekerjaan-pekerjaan dengan waktu yang sudah jelas. Pastikan semua pekerjaan yang sudah diurutkan tersebut bisa dilakukan sampai beres.


3. Mulai dari yang paling mudah


Bagamana caranya menentukan urutan pekerjaan yang tidak terpaut waktu? Jika kita salah menempatkan urutan pekerjaan bisa jadi menghambat pekerjaan lainnya. Ada baiknya kita mengerjakan pekerjaan yang mudah terlebih dahulu. Kita bisa pakai contoh sebelumnya misalnya kita punya waktu kosong selama 3 jam dari pukul 10.00 sampai 13.00. Misalnya ada dua pekerjaan yang akan dikerjaan hari ini tapi tidak terpaut waktu, yakni memberikan berkas Izin Domisili ke Kantor Kecamatan dan membuat proposal penawaran kerja sama co-working space baru. Dari dua pekerjaan ini, pekerjaan pertama bisa dibilang lebih mudah dibandingkan yang kedua. Terlebih lagi, mengerjakan pekerjaan pertama di akhir waktu (setelah selesai interview karyawan pukul 15.00) beresiko Kantor Kecamatan segera tutup dan pekerjaan terpaksa ditunda ke hari selanjutnya. Maka dari itu, pekerjaan pertama baiknya dikerjakan lebih dahulu dibandingkan pekerjaan kedua.


4. Pecahkan pekerjaan sulit menjadi kecil - kecil


Balik lagi ke contoh pekerjaan di atas, pekerjaan “membuat proposal penawaran kerja sama co-working space baru” bukan merupakan pekerjaan yang dapat diselesaikan dalam satu hari. Supaya lebih terlihat progress perhari-nya, pecahkan pekerjaan tersebut menjadi tugas-tugas kecil, misalnya :

- membuat outline proposal

- membuat chapter Company Profile

- membuat chapter New Concept

- membuat chapter Operation Plan

- membuat chapter Marketing Plan

- membuat chapter Financial Plan

- membuat chapter Partnership Offering

Bahkan jika pekerjaan-pekerjaan di atas masih sulit untuk diselesaikan dalam satu hari, kita bisa memecahnya menjadi pekerjaan yang lebih detail lagi.


5. Hindari segala bentuk distraksi


Setiap orang memiliki bentuk distraksi terhadap pekerjaan yang berbeda-beda. Ada yang terganggu dengan music, dengan ajakan teman bermain game, dengan notifikasi smartphone, dengan rasa lapar dan lainnya. Jika kita sudah mengetahui bentuk distraksi sendiri, maka ketika kita sedang mengerjakan pekerjaan maka sebisa mungkin hindari distrasi tersebut. Saya dapat terganggu dengan bunyi notifikasi dari smartphone. Bunyi notifikasi smartphone dapat mengganggu fokus saya dan membuat saya ingin mengecek smartphone. Meskipun mengecek notifikasi hanya memakan waktu tidak sampai 10 detik tapi untuk memulai fokus kembali terhadap pekerjaan yang sedang dilakukan memakan waktu lebih lama dari itu. Oleh karena itu, hampir sepanjang waktu selama bekerja, saya mengaktifkan mode “mute” di smartphone saya.


6. Teknik Pomodoro



Bekerja terus menerus juga bukan pilihan yang bijak. Kita harus punya waktu untuk mengistirahatkan badan dan pikiran di sela-sela pekerjaan. Teknik Pomodoro adalah teknik yang dapat dicoba. Konsep Teknik Pomodoro adalah mengerjakan sebuah tugas dalam blok-blok waktu 25 menit. Di antara setiap blok waktu, beristirahatlah selama 5 menit. Setelah menyelesaikan 4 blok waktu ( 4 x 25 menit), beristirahatlah lebih lama.


7. Hindari multitasking


Banyak orang beranggapan bahwa bisa mengerjakan beberapa pekerjaan dalam satu waktu, yang biasa dikenal dengan sebutan multitasking adalah hal yang berguna. Padahal ada beberapa hal pada pekerjaan yang justru akan berantakan jika dikerjakan secara bersamaan. Jika kita membuka banyak aplikasi di smartphone dalam waktu yang bersamaan, smartphone kita akan lemot dan baterai cepat habis. Hal yang sama akan terjadi dengan kehidupan kita jika menerapkan multitasking. Multitasking dapat membuat pekerjaan terhambat, tidak efisien dan optimal, fokus dan daya ingat akan menurun, bahkan membuat stress.


8. Mengatur Happy Hour


Merencanakan hal menyenangkan yang akan dilakukan di penghujung hari, maupun di akhir pekan sangat menyenangkan untuk beberapa orang, termasuk saya. Membayangkan bertemu dengan teman-teman setelah jam kerja, datang ke acara music di akhir pekan, atau berlibur dengan teman-teman ke luar kota di akhir bulan dapat menambah semangat bekerja. Saya jadi termotivasi untuk menyelesaikan lebih banyak pekerjaan di awal agar liburan saya tidak terganggu.

 


  • Share: