Dua startup asal Indonesia yang pernah mendapatkan suntikan dana dari pendiri Amazon, Jeff Bezos, yakni Ula dan Bukukas, baru-baru ini mengambil keputusan mengejutkan dengan menutup layanan mereka. Alasan di balik penutupan ini adalah adanya rencana untuk beralih ke bisnis baru yang mereka yakini akan memberikan dampak yang lebih besar.
Ula, yang awalnya berfokus pada pemenuhan barang dagangan untuk warung dan kelontong, memutuskan untuk menutup bisnis distribusi FMCG berbasis inventaris mereka. Meskipun detail rencana baru perusahaan ini belum dijelaskan secara mendalam di laman resminya, mereka mengklaim bahwa langkah ini akan membawa mereka menuju kesuksesan yang lebih besar. Ula berencana untuk memanfaatkan teknologi, memaksimalkan margin keuntungan, dan meningkatkan efisiensi modal sebagai bagian dari transformasi mereka.
Tentang jumlah pegawai yang terdampak PHK, Ula belum memberikan informasi spesifik. Namun, mereka menyebut bahwa sejumlah anggota tim akan terkena dampak pengurangan tenaga kerja sebagai konsekuensi dari keputusan ini. Sebelum penutupan layanan, Ula sebelumnya berhasil mengumpulkan dana seri B senilai US$87 juta (sekitar Rp 1,3 triliun), dengan salah satu investor terkemuka adalah Bezos Expeditions.
Keputusan untuk menutup layanan ini tentu saja mengundang pertanyaan tentang apa yang akan terjadi selanjutnya bagi perusahaan dan industri sejenis di Indonesia, dan juga apa yang akan menjadi bisnis baru yang akan dikejar oleh Ula dan Bukukas dalam perjalanan mereka yang selanjutnya.
source:cnbcindonesia