4 Ways to Reach Sustainable Office Life

4 Ways to Reach Sustainable Office Life

Oleh : Ginanisa Aulia


Saat ini kita menjalani pola hidup yang semakin hari semakin modern akibat kemajuan teknologi yang pesat. Banyak sekali kegiatan sehari hari yang menjadi lebih mudah seperti misalnya kemudahan dalam berbelanja makanan/kebutuhan sehari hari melalui Gojek/Grab, kemudahan dalam bertransportasi, hingga mudahnya kita dalam mencari data di internet.


Dibalik kegiatan kita sehari hari, kita tidak boleh lupa bahwa sebagai manusia kita menghasilkan sisa / residu akibat dari kegiatan kita. Seperti misalnya sampah. Kita sebagai manusia setiap hari nya menghasilkan sampah, baik itu organik maupun anorganik. Sampah yang kita hasilkan tak kadang sering kita abaikan dan tidak pedulikan karena merasa hal tersebut tidak penting. Akan tetapi, sebagai seorang manusia yang berakal dan beradab, kita wajib bertanggung jawab atas sampah yang kita hasilkan. Bahkan hal tersebut masuk kedalam UU No 18 Tahun 2018 pasal 12 yang berbunyi “Setiap orang dalam pengelolaan sampah rumah tangga dan sampah sejenis sampah rumah tangga wajib mengurangi dan menangani sampah dengan cara yang berwawasan lingkungan. “ Maka dari itu sebagai warga negara Indonesia sudah sepatutnya kita harus lebih “aware” terhadap pengelolaan sampah yang kita hasilkan sendiri.


Selain mengelola sampah di rumah. Ternayata bagi kita yang bekerja dari kantor, kita pun tetap harus bertanggung jawab terhadap sampah kita saat berada di kantor loh. Sebagian dari kita menghabiskan waktu sekitar 8-9 jam setiap harinya di kantor. Dalam waktu yang cukup lama tersebut tidak dipungkiri kita akan menghasilkan sampah. Nah agar kita dapat bekontribusi dalam pengelolaan sampah kita masing masin, yuk baca 3 tips dibawah ini sebagai langkah dan upaya kita dalam bertanggung jawab terhadap sampah kita di kantor!


1. Membawa botol minum sendiri


Hal seperti ini memang terdengar sangat sepele, tapi dampak yang dihasilkan dari aksi ini adalah luar biasa loh. Kebanyakan kantor saat ini sudah menyediakan air dispenser secara gratis, kita bisa me-refill botol minum kita kapanpun kita mau! dampak negatif lingkungan akibat banyaknya sampah plastik pun bisa kita minimalisir. Mari kita asumsikan kita membeli 2 air botol kemasan per hari nya, kalau hanya sesekali karena lupa membawa botol minum sih tidak apa apa. Tapi bayangkan jika kita memang tidak mau membiasakan diri membawa botol sendiri, kita akan menghasilkan kurang lebih 40 sampah botol kemasan air minum dalam sebulan! hanya dari satu orang saja! Dampak negatif dari banyaknya sampah plastik adalah tercemar nya sungai sungai oleh plastik yang berakhir di lautan dan mengancam kelestarian satwa laut. Sebanyak 8 juta ton sampah plastik mengalir ke laut setiap tahunnya. Sampah plastik di laut ini terus terakumulasi, dan jika dibiarkan beberapa tahun ke depan diperkirakan jumlahnya akan lebih banyak dari ikan di lautan.


Selain itu, sebenarnya membawa botol minum sendiri juga dapat berdampak pada penghematan pengeluaran kita loh. Dalam sebulannya dengan asumsi pembelian 2 botol minum per hari dan kita rutin membawa botol minum sendiri, kita dapat menghemat sekitar Rp 140.000 !


2. Memilah sampah kering dan basah


Kegiatan memilah sampah sudah sedari dulu diajarkan kepada kita, tetapi pada kenyataannya sampai saat ini kita belum dapat melakukannya secara rutin. Banyak dari kita beranggapan sia sia untuk memilah sampah karena pada akhirnya sampah akan disatukan lagi oleh pengangkut sampah. Memang di Indonesia, sistem pemilahan sampah belum dilakukan ketika sampah diangkut oleh petugas sampah, akan tetapi pemilahan sampah baru akan dilakukan ketika sampah sudah terkumpul di TPS (Tempat pembuangan sampah sementara). Para pekerja di tempat tersebut akan mulai memilah sampah mana yang akan berangkat ke TPA (Tempat pembuangan sampah akhir, biasanya sampah basah / organik) dan mana yang dapat dikumpulkan untuk dapat diolah kembali. Maka dari itu, alangkah bijaksana nya jika kita sudah memisahkan sampah kering dan basah sedari kita masih berada di kantor. Selain meringankan beban petugas saat memilah sampah di TPS nanti, memilah sampah juga memang kewajiban kita sebagai manusia.


Untuk membiasakan diri, kita bisa memulai kegiatan memilah sampah ketika kita berada di kantor, yang mana jenis sampah di tempat ini lebih mudah dipisahkan karna mayoritas sampah kantor merupakan sampah anorganik / kering. Kegiatan memilah sampah bisa dimulai dari menyediakan 2 jenis tempat sampah di kantor, tempat sampah kering dan sampah basah. Yang termasuk sampah kering adalah sisa alat alat kantor seperti (Kertas, kardus, bungkus makanan, botol plastik dll). Sedangkan sampah basah merupakan jenis jenis sampah organik (Sisa makan siang, cemilan, atau buah buahan). Dengan begitu, Ketika sampah dari kantor kita sudah berada di TPS, para petugas akan lebih mudah memilah sampah mana yang harus berangkat ke TPA, dan mana yang bisa dimanfaatkan kembali sehingga pekerjaan mereka menjadi lebih mudah karena tidak harus membongkar satu kantung sampah besar kantor kita yang sudah tercampur aduk.


3. Membawa kantung belanjaan sendiri


Sadar atau tidak sadar, pada saat di kantor biasanya kita akan pergi sekedar untuk membeli cemilan di minimarket terdekat. Membungkus belanjaan dengan kantong plastik terasa sudah sangat biasa karena ringan dan praktis. Kantong plastik dimanfaatkan dalam waktu yang sangat singkat dan tidak banyak orang yang berniat menggunakannya kembali untuk kesempatan kedua. Ketika kantong plastik robek, nasibnya pun sudah bisa dipastikan jadi sampah. Kantong akan meluncur langsung ke tempat sampah dan menjadi satu dari miliaran kantong plastik yang mengotori lingkungan setiap tahunnya.


Membawa tas belanja sendiri saat bepergian adalah cara yang paling mudah untuk berkontribusi mengurangi sampah pribadi. Belum percaya kalau langkah sederhana ini bermanfaat mengatasi permasalahan sampah dunia? Sekarang coba hitung, dalam sehari berapa kali kita berbelanja dengan kantong plastik, membeli makanan/minuman dengan kemasan plastik, dan membuang bekas plastiknya ke tempat sampah? Menggunakan produk kemasan/kantong plastik memang praktis, tapi hal inilah yang membuat sampah pada bumi terus bertumpuk tak terkendali. Membawa tas belanja sendiri mungkin sulit dilakukan pada tahap awal. Dimulai dari niat yang kuat, hal ini harusnya lama-kelamaan tidak lagi membebani dan jadi kebiasaan. Intinya adalah disiplin. Gaya hidup modern yang sudah kita nikmati sekian lama memang menyenangkan, tetapi bayangkan bumi seperti apa yang kita wariskan ke generasi berikutnya jika gaya hidup ini kita teruskan. Membawa tas belanja sendiri pada akhirnya akan menguntungkanmu mengingat toko ritel dan swalayan sudah menetapkan biaya tambahan untuk tiap kantong plastik yang konsumen minta.


4. Flexible working hours


Di banyak perusahaan, masih terdapat kesalahpahaman tentang jam kerja. Yang paling berhak adalah mereka yang bertahan selama mungkin di tempat kerja. Masalahnya, semua studi menunjukkan bahwa mereka yang bekerja paling lama di kantor biasanya kurang produktif. Memang, hari kerja yang lebih pendek atau jadwal yang lebih fleksibel memungkinkan karyawan menjadi lebih produktif, lebih termotivasi, dan menjadi lebih baik dalam kehidupan profesional mereka.


Memiliki jam kerja yang flexible secara tidak sadar berpengaruh terhadap lingkungan. Jika kita bisa bekerja dari rumah saja, kita tidak harus berkendara ke kantor sehingga dapat mengurangi pencemaran udara akibat emisi gas buah kendaraan. Selain itu kita dapat meminimalisir penggunaan listrik di kantor dan juga jumlah sampah yang ditimbulkan dari aktifitas manusia di kantor.


Tentunya langkah yang terakhir ini dapat dilakukan jika kantor kalian memiliki kebijakan flexible working hours kepada pegawainya. Tetapi jika kalian harus bekerja setiap hari dari kantor, kalian tetap bisa mengaplikasikan 3 tips diatas loh tentunya!


Nah 4 tips diatas merupakan langkah langkah sederhana yang dapat kita lalukan dengan mudah mulai dari detik ini. Selalu ingat bahwa kita sebagai manusia pasti akan memproduksi sampah setiap harinya, dan kita bertanggung atas sampah tersebut. Mulai sekarang yuk lebih peduli terhadap gaya hidup kita selama berada di kantor dengan menerapkan keempat tips diatas!


Referensi :

https://youmatter.world/en/sustainable-eco-friendly-business-office/

https://www.dbs.com/spark/index/id_id/site/pillars/2019-membawa-tas-belanja-sendiri-langkah-kecil-bernilai-besar-untuk-bumi.html

https://peraturan.bpk.go.id/Home/Details/39067/uu-no-18-tahun-2008


  • Share: