Kalau Anda sering melihat perangkat kotak kecil menempel di motor abang Grab, itu bukan sekadar kamera biasa. Perangkat tersebut bernama KartaCam 2, sebuah alat pemetaan yang dirancang untuk merekam kondisi jalan secara menyeluruh sehingga peta digital Grab menjadi lebih akurat. KartaCam 2 dibuat untuk bekerja tanpa mengganggu aktivitas mitra pengemudi, namun fungsinya cukup kompleks: mengumpulkan citra jalan, menentukan posisi dengan presisi tinggi, lalu mengirimkan data yang sudah diproses untuk memperbarui peta internal GrabMaps.
Secara fisik, KartaCam 2 tampak seperti modul yang ringkas namun padat teknologi. Di dalamnya terdapat beberapa kamera resolusi tinggi yang mampu menangkap gambar 360 derajat, sehingga setiap sisi jalan terekam saat motor melaju. Selain kamera, perangkat ini dilengkapi sistem penentuan posisi yang lebih canggih daripada GPS biasa; kombinasi dual-band GPS dan teknologi RTK membuat posisi yang direkam jauh lebih akurat, berguna untuk memetakan gang sempit, belokan kecil, atau titik-titik yang sering berubah di lingkungan perkotaan. Ada pula sensor LiDAR yang membantu memetakan kontur dan struktur fisik di sekitar jalan, sehingga peta tidak hanya bergantung pada foto, tetapi juga pada data spasial tiga dimensi.
Dalam praktiknya, KartaCam 2 bekerja otomatis saat mitra menjalankan tugas. Perangkat mulai merekam ketika motor bergerak dan berhenti merekam di kondisi tertentu, misalnya saat memasuki area indoor. Untuk mengurangi beban pada mitra, proses perekaman dan pengunggahan data diatur agar tidak mengganggu koneksi data utama yang dipakai untuk layanan. Data mentah yang terekam tidak langsung dikirim begitu saja; ada proses pemrosesan awal di perangkat yang bertujuan menyaring dan melindungi privasi. Salah satu langkah penting adalah pengaburan otomatis pada wajah orang dan pelat nomor kendaraan yang terekam, sehingga identitas individu tidak mudah dikenali sebelum data tersebut dipindahkan ke server untuk analisis lebih lanjut.
Tujuan utama pengumpulan data ini adalah memperbarui peta internal GrabMaps agar rute yang ditawarkan lebih relevan dan efisien. Dengan citra jalan terbaru dan data spasial yang akurat, sistem navigasi bisa menyesuaikan rute untuk menghindari gang sempit, jalan buntu, atau perubahan lalu lintas lokal yang belum tercatat. Selain itu, data ini membantu tim pemetaan mengenali perubahan infrastruktur seperti pembangunan jalan baru, penutupan jalan sementara, atau penempatan rambu lalu lintas yang baru. Semua pembaruan tersebut pada akhirnya berdampak pada pengalaman pengguna dan mitra pengemudi: estimasi waktu tempuh lebih realistis dan navigasi lebih andal.
Meski dirancang dengan fitur privasi, keberadaan kamera di kendaraan umum tetap menimbulkan pertanyaan. Grab menyatakan bahwa perangkat menerapkan prinsip privacy by design, yakni meminimalkan risiko pelanggaran privasi sejak tahap desain. Pengaburan wajah dan pelat nomor dilakukan secara otomatis, dan ada kebijakan yang mengatur kapan dan bagaimana data disimpan serta siapa yang dapat mengaksesnya. Namun, kekhawatiran publik tentang durasi penyimpanan data, kemungkinan akses pihak ketiga, atau potensi kebocoran tetap wajar. Bagi warga yang merasa direkam, langkah paling tepat adalah menanyakan kebijakan privasi secara langsung kepada layanan pelanggan Grab atau mencari informasi resmi yang menjelaskan mekanisme penyimpanan dan penggunaan data tersebut.
Dari sisi teknis, KartaCam 2 juga punya keterbatasan. Rekaman yang dihasilkan bisa terpengaruh oleh kondisi cuaca, pencahayaan, atau sinyal yang buruk di area tertentu. Walau LiDAR dan RTK meningkatkan akurasi, tidak ada sistem pemetaan yang sempurna; area tertutup atau lokasi dengan gangguan sinyal tetap menjadi tantangan. Selain itu, proses pengunggahan data membutuhkan koneksi yang stabil sehingga di beberapa kondisi data mungkin tertunda dikirim ke server. Untuk mitra pengemudi, perangkat ini dirancang agar tidak mengganggu operasional harian, namun ada baiknya memahami prosedur operasionalnya—misalnya kapan perangkat aktif, bagaimana pengisian daya jika diperlukan, dan siapa yang bertanggung jawab jika terjadi masalah teknis.
Secara keseluruhan, KartaCam 2 adalah bagian dari upaya memperbaiki kualitas peta dan layanan transportasi berbasis aplikasi. Perangkat ini membantu menangkap kondisi jalan secara real time dan menyajikan data yang berguna untuk navigasi yang lebih akurat. Namun, seperti teknologi pengumpulan data lainnya, transparansi soal kebijakan privasi dan mekanisme pengamanan data menjadi kunci agar publik merasa nyaman.
Source : tekno.kompas.com
Image : Grab
Disclosure: Artikel ini diproduksi dengan bantuan AI