Model Organisasi Mana Yang Cocok Untuk Startup-mu?

Model Organisasi Mana Yang Cocok Untuk Startup-mu?

Image source : fool.com

Oleh: Wahyu Eko Widodo

Mungkin kamu pernah dengar hasil penelitian yang menunjukkan bahwa salah satu faktor kesuksesan sebuah startup adalah tim yang baik. Nah, tim yang baik tersebut tentunya memiliki peran masing-masing sesuai dengan keahlian dan bidang masing-masing yang terstruktur dalam sebuah organisasi perusahaan. Banyak model organisasi yang saat ini ada, namun manakah yang paling sesuai untuk startup-mu?

Pada tahun 2007, Gerard Fairtlough seorang pemikir manajemen asal Inggris mempublikasikan karyanya tentang struktur organisasi yang berjudul “The Three Ways of Getting Things Done”. Teori ini cukup sederhana dan mudah dimengerti karena mengelompokkan struktur organisasi secara umum hanya terdiri dari tiga kategori:


1. Hierarchy

Gambar: Struktur Hierarchy


Ini adalah struktur organisasi yang paling banyak diketahui dan paling banyak dipakai oleh hampir semua organisasi, termasuk perusahaan. Padahal struktur hirarki adalah model organisasi yang bisa dibilang tradisional dan paling tua. Model ini setiap orang memiliki sebuah peran, dimana seorang supervisor memiliki control langsung pada bawahannya. Otoritas dan penentuan keputusan terletak pada struktur yang lebih atas. Model ini sebenarnya mengadaptasi dari model organisasi yang ada pada organisasi militer. 


2. Heterarchy



Gambar: Struktur Heterarchy


Berbeda dengan hirarki, model heterarki menghendaki setiap orang untuk memiliki beberapa peran dalam sebuah perusahaan yang bisa saling beririsan. Secara otoritas dan pembuat keputusan juga lebih cair dibanding hirarki. Keputusan seringkali merupakan keputusan bersama hasil dari sebuah diskusi tim, misal dengan musyawarah atau dengan suara terbanyak, tidak harus oleh pimpinan. Pembagian peran dan otoritas dalam perusahaan sudah menjadi bahasan lama, namun belum banyak perusahaan yang menerapkan model ini. Beberapa yang sudah adalah perusahaan konsultan, akuntan dan jasa layanan hukum. 


Gambar: Struktur Holocracy


Model ini mirip dengan model Holacracy yang dicetuskan oleh Robertson (2015), dimana beberapa peran digabungkan dalam sebuah tim yang cenderung independen untuk mencapai target tertentu. Model seperti ini pernah digunakan juga oleh Steve Jobs ketika melakukan pengembangan Lisa dan Macintosh, sayangnya saat pengembangan Lisa, tim Steve Jobs banyak diitervensi oleh struktur yang bersifat hirarki sehingga bisa dibilang kurang berhasil. Berbeda dengan saat pengembangan Macintosh yang jauh lebih independen. Model ini sangat menarik untuk diterapkan, karena tentunya yang paling tahu tentang apa yang dikerjakan dalam sebuah tim atau divisi adalah anggota dari tim tersebut. Intervensi dari struktur yang lebih tinggi bisa jadi benar, tapi lebih sering kurang tepat.


3. Responsible Autonomy


Model ketiga ini membuat perorangan atau sebuah tim dapat memutuskan kebijakan sendiri tanpa harus melalui persetujuan pimpinan perusahaan. Hal ini karena pekerjaan yang dilakukan sangatlah khusus dan memerlukan keahlian tertentu yang dimiliki oleh perorangan atau tim tersebut. Sebagai contoh organisasi yang menerapkan model ini adalah tim riset ilmiah dan juga fund manager dalam sebuah venture capital. Mirip dengan apa yang dilakukan Han Ji Pyeong dalam drama korea “Start Up” dimana ia selalu independen menentukan startup mana yang akan memperoleh investasi darinya.


Dari ketiga jenis struktur diatas, kamu bisa memilih manakah yang lebih cocok untuk startup-mu, yang mana seharusnya menuju pada apa yang disebut dengan organisasi terbuka (open organization). Organisasi terbuka memiliki ciri-ciri seperti: transparansi, inklusivitas, adaptibilitas, kolaborasi dan komunitas yang dapat membawa startup-mu untuk lebih agile, melakukan inovasi lebih cepat dan meningkatnya engagement pada tim. Jadi struktur organisasi mana yang kamu pilih?


  • Share: