PESTLE analysis adalah metode manajemen risiko yang juga merupakan proses desain strategi. Awalnya, PESTLE analysis dibuat oleh Francis Aguilar, seorang profesor di Harvard University pada tahun 1967. Menurut Business News Daily, PESTLE analysis wajib dilakukan ketika sedang merancang sebuah rencana bisnis.Analisis ini juga perlu disertai SWOT analysis agar hasilnya lebih optimal.
PESTLE Analysis sangat dibutuhkan oleh startup dalam melakukan analisis lingkungan eksternal startup tersebut agar rencana strategi yang dilakukanpun dalam berjalan secara efektif dan mendapatkan market share yang besar.
Berikut ini penjelasan faktor-faktor PESTLE Analysis:
A. Political
Faktor pertama yang dievalyasi melalui PESTLE analysis adalah faktor politik. Faktor ini mengevaluasi sejauh mana kebijakan pemerintah dan pemerintah dapat berdampak pada perusahaan dan brand. Menurut Oxford College of Marketing, ini mencakup analisis mengenai kebijakan politik dan stabilitas serta kebijakan perdagangan, fiskal dan perpajakan.
Contohnya adalah sebuah startup harus memperhatikan aturan, kebijakan serta undang-undang yang berlaku di negara atau didaerah tersebut. Tujuannnya adalah agar startup mengetahui produk apa yang dapat ditawarkan ke konsumen dan tidak melanggar aturan serta kebijakan yang sudah ditetapkan.
B. Economics
Smart Insight menyebut bahwa lingkungan ekonomi yang cocok dengan brand kamu dapat dinilai melalui demografis tertentu hingga pada tingkat nasional. Faktor ekonomi ini meliputi pertumbuhan ekonomi, nilai tukar, tingkat inflasi, suku bunga, pendapatan konsumen dan tingkat pengangguran. Faktor-faktor ini mungkin memiliki dampak jangka panjang langsung atau tidak langsung pada brand. Faktor ini juga akan memengaruhi daya beli konsumen.
Selain itu, perubahan ekonomi dapat memengaruhi model permintaan/penawaran produk. Akibatnya, hal itu juga memengaruhi caramu menentukan harga produk dan layanan.
C. Social
Dalam PESTLE Analysis dimensi sosial yang dimaksud adalah karakteristik demografis, norma, adat istiadat, dan nilai-nilai populasi di mana organisasi beroperasi.
Ini termasuk tren populasi seperti tingkat pertumbuhan penduduk, distribusi usia, distribusi pendapatan, sikap karir, penekanan keselamatan, kesadaran kesehatan, sikap gaya hidup dan hambatan budaya.
Faktor sosial ini sangat penting jika kamu ingin menarget produk pada karakteristik pelanggan tertentu. Selain itu, faktor ini juga dapat digunakan untuk mendapatkan tenaga kerja lokal dan kesediaannya untuk bekerja dalam kondisi tertentu.
D. Technology
Faktor ini berkaitan dengan inovasi dalam teknologi yang dapat memengaruhi operasi industri dan pasar secara menguntungkan atau tidak menguntungkan.
Ini mengacu pada insentif teknologi, tingkat inovasi, otomatisasi, aktivitas penelitian dan pengembangan, perubahan teknologi dan jumlah kesadaran teknologi yang dimiliki oleh target pasar.
Faktor ini dapat memengaruhi keputusan untuk memasuki atau tidak memasuki industri tertentu, meluncurkan atau tidak meluncurkan produk tertentu atau melakukan aktivitas produksi di luar negeri.
Dengan mengetahui apa yang terjadi dari segi teknologi, kamu dapat membantu perusahaan untuk lebih efektif dalam mengalokasikan dana untuk pengembangan teknologi yang berhubungan dengan produksi.
E. Legal
Faktor ini mungkin memiliki beberapa tumpang tindih dengan faktor politik. Namun, yang termasuk dalam faktor ini adalah undang-undang yang lebih spesifik.
Misalnya undang-undang ketenagakerjaan, undang-undang perlindungan konsumen, undang-undang hak cipta dan paten, serta undang-undang kesehatan dan keselamatan.
Kamu perlu mengetahui apa yang legal dan apa yang tidak legal agar promosi dan penjualan produk dapat berjalan sukses dan sesuai etika. Jika produkmu dipasarkan secara global, ini menjadi sangat rumit karena setiap negara memiliki seperangkat aturan dan regulasinya sendiri.
Selain itu, kamu perlu mengetahui potensi perubahan dalam undang-undang dan dampaknya terhadap bisnis di masa mendatang. Kamu bisa berkonsultasi kepada penasihat hukum atau pengacara untuk memahami hal ini.
F. Environment
Faktor lingkungan baru muncul ke permukaan baru-baru ini. Faktor ini
menjadi penting karena meningkatnya kelangkaan bahan baku, target polusi dan target jejak karbon yang ditetapkan oleh pemerintah. Ini termasuk aspek ekologi dan lingkungan seperti cuaca, iklim, penyeimbangan lingkungan dan perubahan iklim yang terutama dapat memengaruhi industri.
Selain itu, tumbuhnya kesadaran akan potensi dampak perubahan iklim dapat memengaruhi cara perusahaan beroperasi dan produk yang ditawarkan. Hal ini dapat kamu gunakan untuk menyusun strategi corporate social responsibility (CSR) yang tepat dan keberlanjutan.
Source: Lucidchart
Manfaat penerapan PETSLE Analysis pada startup yaitu:
PESTLE analysis dapat membantu sebuah startup atau perusahaan untuk mengetahui dan mengoptimalkan kesempatan yang ada di pasar berdasarkan kondisi lingkungan bisnis yang ada. Dengan begitu, keputusan untuk operasi bisnis saat ini dan yang mendatang bisa lebih efektif.
PESTLE analysis adalah cara startup memahami perusahaannya lebih dalam sehingga mampu menyusun perencanaan strategis yang tepat sasaran. Tak hanya itu, perusahaan juga bisa lebih siap menghadapi ancaman dan bahaya yang mungkin dihadapi selama operasinya.
Source:
https://glints.com/id/lowongan/pest-analysis-adalah/#.YA5rX3YzbIU
https://sis.binus.ac.id/2017/10/10/swot-dan-pest-analisis/
https://pestleanalysis.com/what-is-pestle-analysis/