Pasar layanan pesan-antar makanan di Indonesia terus menunjukkan perkembangan yang luar biasa. Menurut laporan terbaru, nilai transaksi bruto atau Gross Merchandise Value (GMV) diperkirakan mencapai sekitar US$6,4 miliar pada tahun 2025, menjadikan Indonesia sebagai pasar terbesar di Asia Tenggara untuk layanan ini. Pertumbuhan pesat ini tidak lepas dari kebiasaan masyarakat yang semakin terbiasa memesan makanan secara online, ditambah dengan penetrasi smartphone yang semakin luas dan dukungan ekosistem digital yang kian matang.
Dalam persaingan pasar, Grab berhasil menempati posisi teratas dengan pangsa sekitar 46 persen. Keunggulan Grab banyak ditopang oleh strategi super-app yang mengintegrasikan berbagai layanan dalam satu aplikasi, sehingga pengguna merasa lebih praktis dan nyaman. Di posisi kedua ada Gojek dengan pangsa 31 persen, yang tetap kuat berkat ekosistem layanan on-demand yang sudah lama dikenal masyarakat. Sementara itu, ShopeeFood berhasil menguasai 23 persen pasar, terutama karena dukungan dari ekosistem e-commerce Shopee yang masif serta strategi promosi harga yang agresif.
Meski angka pertumbuhan terlihat menjanjikan, arah strategi para pemain kini mulai bergeser. Jika sebelumnya fokus utama adalah ekspansi dan perebutan pangsa pasar melalui promosi besar-besaran, kini perhatian lebih banyak diarahkan pada efisiensi dan profitabilitas. Hal ini wajar mengingat persaingan harga yang terlalu ketat bisa menggerus margin keuntungan, baik bagi platform maupun mitra restoran. Oleh karena itu, perusahaan mulai menata ulang strategi agar bisnis tetap berkelanjutan dalam jangka panjang.
Bagi konsumen, kondisi ini menghadirkan keuntungan berupa banyaknya pilihan layanan, harga yang kompetitif, serta kenyamanan dalam memesan makanan. Namun, ada kemungkinan kualitas layanan bisa terpengaruh jika perusahaan terlalu menekan biaya operasional. Di sisi lain, bagi restoran dan mitra pengantar, layanan pesan-antar membuka akses pasar yang lebih luas, meski tantangan tetap ada dalam bentuk komisi dan tekanan persaingan harga.
Secara keseluruhan, pasar pesan-antar makanan di Indonesia bukan hanya tumbuh besar, tetapi juga semakin matang. Dengan GMV yang diperkirakan mencapai miliaran dolar, persaingan antar pemain besar akan terus berlangsung, namun dengan pendekatan yang lebih hati-hati dan berorientasi pada keberlanjutan. Konsumen, restoran, dan mitra pengantar akan tetap menjadi bagian penting dalam dinamika ini, sekaligus menentukan arah perkembangan industri ke depan.
Source : news.dailysocial.id
Disclosure: Artikel ini diproduksi dengan bantuan AI