Apa Itu Product Research

Apa Itu Product Research


Dalam mengembangkan sebuah produk, riset produk adalah langkah penting yang tak dapat diabaikan.


Tanpa melakukan riset, kemungkinan besar produk yang dihasilkan tidak akan dapat memenuhi kebutuhan konsumen.


Keadaan ini berdampak pada penjualan dan pendapatan di masa depan.


Apa Itu Riset Produk?


Menurut Hotjar, proses riset produk melibatkan pengumpulan informasi terkait tujuan produk, arah pengembangan, dan solusi yang dapat ditawarkan kepada konsumen melalui produk tersebut.


Informasi tersebut dapat dikumpulkan melalui survei dan penelitian terhadap audiens target untuk mengetahui kebutuhan dan preferensi terkait produk.


Selain itu, riset produk juga dapat membantu memenuhi permintaan pasar yang ada.


Riset produk juga biasanya dilakukan dalam 4 tahap siklus produk berikut:


1. Sebelum peluncuran produk


Pada tahap ini, langkah pertama adalah mengidentifikasi dan menyeleksi ide produk baru.


Fokus utama pada tahap riset produk adalah untuk mengetahui fitur apa yang dapat dikembangkan berdasarkan kebutuhan konsumen dan bagaimana mengembangkan produk yang cocok dengan pasar.


Dengan demikian, hal yang perlu dilakukan pada tahap ini adalah mencari informasi tentang kebutuhan konsumen dan cara mengembangkan produk yang cocok dengan pasar.


2. Testing dan feedback


Pada tahap ini, Anda dapat mempelajari tanggapan konsumen terhadap produk yang baru Anda kembangkan.


Langkah yang perlu diambil adalah memahami hal-hal yang disukai atau tidak disukai oleh konsumen dan berpikir tentang cara meningkatkan produk untuk memenuhi preferensi mereka.


Salah satu cara untuk melakukan ini adalah melalui pengujian dan umpan balik internal atau menawarkan program uji coba pada kelompok konsumen kecil.


3. Soft launch produk


Langkah selanjutnya dalam melakukan riset produk adalah tahap "soft launch".


Pada tahap ini, tujuannya adalah untuk menganalisis seberapa efektif dan bermanfaatkah produk Anda di mata konsumen.


Dengan melakukan tahap ini, Anda dapat memperoleh banyak umpan balik dari calon konsumen dan mengetahui perubahan apa yang dapat dilakukan sebelum memasarkan produk ke pasar.


Jika tahap "soft launch" produk Anda tidak berhasil, maka produk harus kembali melalui tahap riset dan evaluasi besar-besaran.


4. Post launch


Pada tahap "post-launch", produk yang telah dikembangkan sudah sepenuhnya dirilis di pasar.


Pada tahap ini, riset produk dilakukan untuk mengevaluasi perilaku dan respon konsumen terhadap produk baru tersebut.


Tujuan dari riset produk pada tahap ini adalah untuk menganalisis tingkat kepuasan konsumen dan mencari tahu apakah terdapat masalah, bug atau kekurangan pada produk dan juga mencari tahu fitur apa yang dapat diperbaiki untuk meningkatkan kualitas produk.


Manfaat Riset Produk


Menurut MBA Skool, riset produk memiliki beberapa manfaat antara lain:

• Membuat produk yang diinginkan dan dibutuhkan oleh konsumen.

• Produk yang dikembangkan dapat memenuhi kebutuhan konsumen dengan lebih baik.

• Mengetahui permasalahan yang dialami konsumen ketika menggunakan produk dan memperbaikinya.

• Memudahkan dalam melakukan inovasi terhadap produk.

• Memberikan keunggulan kompetitif dibandingkan dengan produk pesaing.

• Menyesuaikan kebutuhan konsumen dengan tujuan bisnis Anda.


Metode Riset Produk


Metode-metode ini dapat dilakukan tergantung tujuan yang ingin dicapai.

Menyadur dari Lucid, berikut adalah beberapa metode riset produk untukmu.


1. Concept testing


Concept testing adalah proses mencari tahu apa persepsi konsumen terhadap ide produkmu.

Proses ini sangat fleksibel dan dapat digunakan untuk mengevaluasi respons konsumen terhadap beragam aspek dari produkmu.


2. Price testing


Proses mencari tahu dengan melakukan survei terhadap beberapa kelompok untuk mengetahui demand elasticity atau korelasi antara permintaan produk dan harga.

Dengan begitu, kamu bisa mengetahui berapa harga yang bisa dibebankan ke konsumen untuk mencapai profit maksimal tanpa dianggap terlalu mahal.


3. Product test


Sebelum merilis produk, kamu dapat menguji bagaimana produkmu akan diterima oleh audiens.


Karena itu, dalam metode ini suatu produk akan ‘dirilis’ ke berbagai segmen konsumen saja.


Ketika melakukan product test, gunakan beragam taktik pemasaran, harga, hingga metode distribusi untuk mengetahui strategi apa yang bisa menghasilkan respons terbaik dari konsumen.


4. Focus group


Metode selanjutnya dalam melakukan riset produk adalah focus group. Di mana, kamu mengumpulkan orang-orang yang menggunakan produkmu dalam satu kelompok.


Kamu bisa memberikan pertanyaan seputar aspek-aspek produkmu seperti harga, kualitas, hingga apakah produkmu user friendly ke kelompok tersebut.


Dalam metode focus group, kamu bisa melakukan survei atau wawancara ke kelompok melalui pihak ketiga untuk menghilangkan bias.


5. Product demo


Setelah melakukan riset pasar, produk kompetitor, dan prospek konsumen, kamu bisa melakukan test model untuk produkmu.


Kamu bisa menunjukkan produkmu ke kelompok yang berisi prospek konsumen dan mendapatkan feedback dari mereka.


Jika produkmu berbentuk digital, kamu bisa mencari beta tester yang dapat menjadi prospek user-mu.


6. Product survey


Metode product survey adalah salah satu cara efektif untuk mengetahui apa yang dirasakan prospek konsumen terhadap produkmu.


Ketika melakukan survei, kamu bisa menanyakan pendapat konsumen seputar elemen produk dan bagaimana perbandingan desain produkmu dengan kompetitor di pasar.


Kamu dapat melakukan survei ini secara online, melalui telepon, tatap muka, atau melalui email.


Nah, itu adalah beberapa hal seputar riset produk yang perlu kamu ketahui.


Intinya, tanpa melakukan riset, produk yang sedang kamu kembangkan belum tentu akan terjual seperti yang diharapkan karena tidak bisa memenuhi kebutuhan target audience.


Semoga artikel kali ini bermanfaat untuk kamu !


Source : https://glints.com/id/lowongan/riset-produk-adalah/#apa-itu-riset-produk

Image Illustration : Designed by rawpixel.com / Freepik


  • Share: